Senin, 29 Maret 2010

ALL about ASI (Air Susu Ibu)

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan paling sempurna bagi bayi, terutama bayi berusia di bawah enam bulan. Di samping mengandung zat gizi sesuai kebutuhan tumbuh kembang bayi, ASI memiliki zat kekebalan guna mencegah timbulnya berbagai infeksi. pemberian ASI dapat menjalin kasih sayang antara bayi dan ibu serta mempercepat pemulihan kesehatan ibu, menunda kehamilan dan mengurangi risiko terjadinya kanker payudara.
ASI memiliki banyak keunggulan termasuk dalam aspek kedokteran yang paling banyak didengung-dengungkan. ASI bagi bayi dan balita secara ilmiah telah terbukti memiliki berbagai aspek keunggulan bila dibandingkan dengan susu sapi atau susu yang berasal dari sumber lain. Dan keunggulan itu baru dapat dibuktikan dengan penelitian ilmiah modern di penghujung abad ke-20. Secara ekonomi, jelas ASI lebih murah bila dibandingkan dengan susu sumber lain.
ASI adalah suatu cara yang sempurna dan sehat yang Tuhan berikan untuk wanita, agar dapat menyusui bayinya. Seorang bayi yang untuk pertamakalinya menyusui ASI, akan mendapatkan imun/pertahanan melawan bakteri dihari pertama hidupnya. Imun ini juga penting untuk penyakit bayi selanjutnya.Disamping itu ASI itu murah, bersih dan sehat. Oleh karena itu, berbahagialah para ibu yang masih dapat secara alamiah menyusui bayi-bayi mereka.Sebab mereka memberi apa yang terbaik untuk bayi mereka.
Sejak lahir, seorang bayi harus diajari menyusu dengan cara memasukkan seluruh areola payudara (daerah berwarna cokelat di payudara ibu) ke dalam mulut bayi. Jika bayi hanya mengisap puting susu, ASI yang keluar hanya sedikit. Gudang ASI terletak di bawah daerah cokelat itu. Jika yang diisap hanya putingnya, ASI yang keluar hanya sedikit. Sedangkan kalau dari daerah cokelat itu, ASI yang keluar akan banyak sekali.
Pembentukan Kelenjar Payudara
Menurut Soetjiningsih (1997) pembentukan kelenjar payudara meliputi:
a. Sebelum pubertas
Duktus primer dan sekunder sudah terbentuk pada masa fetus. Mendekati pebertas terjadi pertumbuhan yang cepat dari sistem duktus terutama dibawah pengaruh hormon estrogen sedangkan pertumbuhan alveoli oleh hormon progesteron. Hormon yang ikut berperan dalam pertumbuhan kelenjar payudara adalah prolaktin yang dikeluarkan oleh kelenjar adenohipofisis.
b. Masa pubertas
Pada masa ini terjadi pertumbuhan percabangan sistem duktus, proliferasi dan kanalisi ASI dari unit-unit lubuloalveolae yang terletak pada ujung distal duktulus.
c. Masa siklus menstruasi
Perubahan kelenjar payudara berhubungan dengan siklus menstruasi dan perubahan hormonal yan mengatur siklus tersebut seperti estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum. Bila kadar hormon ini meningkat maka akan terjadi penebalan dari basal membran epitel. Setelah menstruasi dimana kadar estrogen dan progesteron berkurang , yang berperan hanya prolaktin saja karena terjadi degenerasi dari sel-sel kelenjar air susu beserta jaringan yang mengalami proliferasi.
d. Masa kehamilan
Pada permulaan kehamilan terjadi peningkatan yang jelas dari duktulus yang baru, percabangan lokulus yang dipengaruhi oleh hormon pertumbuhan. Pada kehamilan 3 bulan prolaktin dari adenohipofisis mulai merangsangkelenjar air susu untuk menghasilkan air susu yang disebut kolostrum. Pada trimester kedua kehamilan laktogen plasenta mulai merangsang untuk pembuatan kolostrum.
Pembentukan Air Susu
ASI diproduksi oleh kelenjar susu/payudara (glandula mammae). Kelenjar tersebut pada dasarnya terdapat pada laki-laki dan perempuan, namun mengalami perbedaan perkembangan. Pada laki-laki cenderung mengalami kemunduran (degenerasi) dan tidak berfungsi sebagai penghasil air susu. Pada perempuan kelenjar susu berkembang makin nyata setelah memasuki masa pubertas.
Pada seorang perempuan yang hamil kelenjar payudaranya akan makin berkembang oleh pengaruh hormon estrogen, somatomamotropin, dan prolaktin. Proses tersebut dimulai pada trimester pertama kehamilan. Hormon estrogen berfungsi untuk membuat hipertrofi sistem duktus (saluran). Sedangkan hormon progesteron berfungsi untuk menambahkan sel-sel asinus pada payudara. Somatomamotropin berfungsi untuk pertumbuhan asinus dan perubahan-perubahan dalam sel, pembentukan kasein, laktoalbumin, dan laktoglobulin. Selama proses kehamilan, air susu tidak keluar karena hormon prolaktin yang merangsang pengeluaran ASI dihambat oleh Prolactin Inhibiting Hormone (PIH).
Ketika bayi menghisap payudara, hormon yang bernama oksitosin membuat ASI mengalir dari dalam alveoli, melalui saluran susu (ducts/milk canals) menuju reservoir susu {sacs} yang berlokasi di belakang areola, lalu ke dalam mulut bayi. Proses produksi, sekresi, dan pengeluaran ASI dinamakan laktasi.
Pembentukan ASI dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu:
1. Pengaruh Hormonal
2. Estrogen
3. Follicle stimulating hormone (FSH)
4. Luteinizing hormone (LH)
5. Prolaktin
6. Oksitosin
7. Human placental lactogen (HPL)

Banyak juga kejadian bahwa seorang ibu memiliki produksi ASI yang rendah, hal ini disebabkan karena:
Kurang sering menyusui atau memerah payudara
Apabila bayi tidak bisa menghisap ASI secara efektif, antara lain akibat:
Struktur mulut dan rahang yang kurang baik
Teknik perlekatan yang salah
Kelainan endokrin ibu (jarang terjadi)
Jaringan payudara hipoplastik
Kelainan metabolisme atau pencernaan bayi, sehingga tidak dapat mencerna ASI
Kurangnya gizi ibu
Komposisi ASI
Keunggulan susu manusia (ASI) bila dibandingkan dengan susu hewan atau susu sumber lain terletak pada kecukupan dan kelengkapan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan bayi, termasuk kandungan protein dan asam aminonya. Kandungan fenilalanin dan tirosin di dalam ASI lebih sedikit karena jika berlebihan dapat berbahaya bagi neonatus (bayi baru lahir). Sistin yang penting untuk pertumbuhan lebih banyak terdapat pada ASI. Metionin lebih banyak terkandung dalam susu sapi karena jika berlebihan di dalam ASI maka neonatus tidak dapat mengubahnya menjadi sistin karena enzim belum berfungsi sempurna. Dan taurin yang penting untuk perkembangan otak terdapat 30-40 kali lebih banyak pada ASI.
Kandungan ASI lainnya secara biokimia yaitu:
1. Protein
2. Karbohidrat
3. Lemak
4. Mineral
Manfaat ASI
Begitu banyak manfaat ASI untuk sang buah hati, antara lain:
1. memperkuat sistem kekebalan tubuh. Komponen utama pembangun sistem kekebalan tubuh pada ASI adalah prebiotik
2. menurunkan terjadinya resiko alergi
3. menurunkan resiko terjadinya penyakit pada saluran cerna, seperti diare dan meningkatkan kekebalan pada sistem pencernaan
4. menurunkan resiko gangguan pernafasan, seperti flu dan batuk
5. kaya akan AADHA yang mendukung pertumbuhan kecerdasan anak
6. mengandung prebiotik alami untuk mendukung pertumbuhan flora usus
7. memiliki komposisi nutrisi yang tepat dan seimbang (dimana cuma ASI yang memilikinya)
8. Bayi-bayi yang diberikan ASI menjadi lebih kuat. Menyusui juga menurunkan terjadinya resiko obesitas saat ia tumbuh besar kelak.
9. Bayi-bayi yang menerima ASI memiliki resiko lebih rendah dari penyakit jantung dan darah tinggi di kemudian hari
10. Menurut hasil penelitian, menyusui telah terbukti dapat menurunkan resiko kanker payudara, kanker ovarium, dan osteoporosis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar